Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas butir soal asesmen membaca untuk siswa kelas dua, khususnya soal-soal tipe esai yang disajikan dalam bentuk naratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis isi dari tiga set butir soal, masing-masing terdiri dari lima pertanyaan. Analisis difokuskan pada tiga aspek kunci kualitas instrumen yang diusulkan oleh Nurgiyantoro, yaitu isi, konstruksi, dan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara umum, butir soal selaras dengan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Fase A Kurikulum Merdeka (Kurikulum Mandiri), terutama dalam menilai keterampilan pemahaman bacaan dasar seperti mengidentifikasi ide utama dan memahami narasi sederhana. Namun, beberapa kelemahan teridentifikasi, termasuk inkonsistensi antara pertanyaan dan teks yang menyertainya, pergeseran sudut pandang naratif, kurangnya instruksi yang jelas, dan penggunaan struktur kalimat kompleks yang tidak sesuai untuk tahap operasional konkret siswa kelas dua. Masalah-masalah ini dapat memengaruhi kemampuan siswa untuk menafsirkan dan menjawab pertanyaan secara akurat. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya melakukan tinjauan kualitatif yang menyeluruh terhadap butir soal asesmen sebelum implementasinya. Evaluasi tersebut memastikan bahwa instrumen yang digunakan tidak hanya selaras dengan standar kurikulum, tetapi juga valid, konsisten, dan sesuai dengan perkembangan siswa, sehingga mendukung pengukuran kemampuan pemahaman bacaan siswa yang lebih akurat.
Copyrights © 2026