Kesulitan menulis (disgrafia) pada masa kanak-kanak awal merupakan masalah perkembangan yang berkaitan erat dengan integrasi neurolinguistik, keterampilan motorik halus, dan lingkungan belajar. Gangguan menulis yang tidak teridentifikasi sejak dini dapat menyebabkan tantangan akademis jangka panjang. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil kesulitan menulis (disgrafia) pada masa kanak-kanak awal dan menganalisis implikasi intervensi pembelajaran inklusif melalui media, metode, dan model pembelajaran yang tepat. Studi ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari pretest dan tiga siklus intervensi. Partisipan penelitian adalah anak-anak di Kelompok B pendidikan anak usia dini yang diidentifikasi mengalami kesulitan menulis. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja menulis, dan dokumentasi karya anak-anak. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan bertahap dalam kemampuan menulis anak-anak di setiap siklus intervensi, khususnya dalam koordinasi motorik halus, kerapian tulisan tangan, akurasi pembentukan huruf, dan daya tahan menulis. Implementasi media multisensori, metode berbasis permainan terstruktur, dan model pembelajaran inklusif yang didukung oleh kolaborasi guru-orang tua terbukti efektif dalam mengurangi dampak disgrafia pada masa kanak-kanak awal. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi pembelajaran yang terencana dengan baik, inklusif, dan kolaboratif memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan keterampilan menulis pada anak-anak dengan disgrafia. Temuan ini diharapkan dapat memberikan referensi praktis bagi pendidik anak usia dini, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Copyrights © 2026