Disgrafia pada masa kanak-kanak awal ditandai dengan kesulitan dalam keterampilan pra-menulis, termasuk koordinasi motorik halus, kontrol tangan, dan integrasi visual-motorik. Tantangan ini dapat menghambat kesiapan anak untuk kegiatan menulis formal dan membutuhkan intervensi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan metode pembelajaran menulis sensorik untuk merangsang keterampilan pra-menulis pada anak usia 4-5 tahun dengan disgrafia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan yang melibatkan 10 anak di Taman Kanak-kanak Punakawan. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi, dan lembar penilaian pra-menulis yang diberikan melalui siklus pembelajaran berulang. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pra-menulis anak setelah penerapan metode menulis sensorik. Peningkatan diamati terutama pada kekuatan jari, koordinasi mata-tangan, dan keterlibatan anak dalam kegiatan menulis awal. Siklus berulang perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi memungkinkan penyempurnaan berkelanjutan dari strategi pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu anak. Lebih lanjut, integrasi elemen multisensori seperti aktivitas taktil, visual, dan kinestetik terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendukung. Studi ini menyimpulkan bahwa metode menulis sensori merupakan pendekatan yang efektif dan sesuai dengan perkembangan untuk mendukung pengembangan keterampilan pra-menulis pada anak-anak usia dini dengan disgrafia, sekaligus menumbuhkan motivasi, partisipasi, dan pengalaman belajar yang positif.
Copyrights © 2026