Taman Ampera Skatepark di Palembang, yang dibangun untuk mendukung Asian Games 2018 sebagai ruang publik strategis, kini mengalami degradasi serius akibat lemahnya tata kelola, minimnya anggaran pemeliharaan, serta kurangnya pelibatan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar masalah, memetakan dampak sosial dan fisik, serta merumuskan rekomendasi kebijakan revitalisasi skatepark. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara dengan pengunjung dan komunitas skateboard, serta analisis kebijakan berbasis perspektif berganda dan kerangka evaluasi Patton & Sawicki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan infrastruktur, kebersihan yang buruk, dan keamanan rendah telah menurunkan fungsi sosial taman, memicu aktivitas menyimpang, serta merusak citra kota. Analisis alternatif kebijakan menekankan perlunya model pengelolaan hybrid yang melibatkan pemerintah kota, komunitas skateboard, dan sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Alternatif kebijakan menegaskan bahwa revitalisasi teknis, pembentukan forum kemitraan, regulasi operasional, serta mekanisme pengawasan partisipatif berbasis digital merupakan langkah strategis untuk mengembalikan fungsi taman sebagai ruang publik yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026