Akses terhadap air minum yang aman merupakan hak dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat, namun implementasinya di perdesaan sering menghadapi kesenjangan antara standar pelayanan dan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat efektivitas pelayanan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) berdasarkan indikator 4K (Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas, dan Keterjangkauan) serta menganalisis pengaruhnya terhadap kepuasan masyarakat di Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif eksplanatori dengan teknik survei kuesioner terhadap 66 responden yang dipilih secara simple random sampling dari 191 rumah tangga penerima manfaat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berbasis skala Likert dan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan PAMSIMAS berada pada kategori “Baik” (75,3%), dengan dimensi Kualitas (83,8%) dan Keterjangkauan (77,9%) pada kategori sangat baik, sedangkan Kuantitas (67,4%) dan Kontinuitas (67,8%) masih terbatas. Kepuasan masyarakat mencapai 76,3% (kategori sangat baik). Uji regresi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan efektivitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat (R = 0,760; R² = 0,577; p = 0,000). Hasil ini mengonfirmasi berlakunya Expectation-Confirmation Theory (ECT) secara kontekstual dalam pelayanan publik perdesaan, di mana konfirmasi positif pada dimensi prioritas mampu mengompensasi keterbatasan dimensi teknis.
Copyrights © 2026