Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan recovery subrogasi pada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi recovery subrogasi, serta merumuskan strategi optimalisasi recovery subrogasi guna mendukung penguatan kinerja perusahaan dan kontribusi dividen kepada negara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya nilai recovery subrogasi PT Asuransi Jasindo yang masih dalam proses penyelesaian dan memerlukan penguatan pengelolaan, monitoring, serta strategi recovery yang efektif. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya optimalisasi pengelolaan recovery subrogasi sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan, efektivitas pengendalian internal, dan peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Dalam perspektif Ilmu Pemerintahan, pengelolaan recovery subrogasi tidak hanya berkaitan dengan aspek bisnis perusahaan, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola BUMN dalam mendukung pelayanan sektor ekonomi dan keberlanjutan kontribusi perusahaan kepada negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) dan Litmus Test untuk menentukan prioritas strategi optimalisasi recovery subrogasi. Informan penelitian terdiri atas pejabat dan pegawai PT Asuransi Jasindo yang terkait dengan pengelolaan klaim, subrogasi, hukum, dan manajemen risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan recovery subrogasi pada PT Asuransi Jasindo masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek internal, eksternal, maupun hukum, seperti perlunya penguatan monitoring penagihan, koordinasi dengan mitra perbankan dan pihak terkait, kondisi debitur atau principal yang mengalami kesulitan keuangan, proses PKPU dan kepailitan, serta penguatan pengendalian internal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi recovery yang lebih efektif dan terintegrasi guna mendukung optimalisasi pemulihan dana klaim dan penguatan kinerja perusahaan. Berdasarkan hasil analisis SOAR dan Litmus Test, strategi prioritas yang direkomendasikan meliputi pengembangan sistem monitoring recovery subrogasi yang terintegrasi, penguatan tata kelola dan pengendalian internal, peningkatan koordinasi dengan mitra perbankan dan aparat penegak hukum, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan recovery subrogasi.
Copyrights © 2026