Transformasi digital telah menjadi agenda strategis dalam reformasi tata kelola pemerintahan, termasuk dalam pengelolaan data keluarga dan kependudukan. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengembangkan Sistem Informasi Keluarga (SIGA) sebagai platform digital untuk mendukung penyediaan data keluarga yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi digital data keluarga melalui aplikasi SIGA dalam mendukung penguatan tata kelola data kependudukan di Kota Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda dengan melibatkan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), operator SIGA, dan pejabat terkait sebagai informan penelitian. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIGA telah mendukung transformasi digital data keluarga melalui sistem pelaporan berbasis elektronik yang terintegrasi dan tervalidasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dari aspek input, implementasi SIGA didukung oleh ketersediaan fasilitas, pendanaan, dan regulasi yang memadai, namun masih menghadapi keterbatasan jumlah PLKB. Pada aspek proses, kendala utama ditemukan pada stabilitas server dan sistem aplikasi yang sering mengalami gangguan sehingga mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan. Dari aspek output, SIGA berhasil meningkatkan integrasi dan akurasi data keluarga, meskipun efektivitasnya belum optimal akibat kendala teknis yang masih terjadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SIGA berkontribusi terhadap penguatan tata kelola data kependudukan di Kota Samarinda, namun memerlukan penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas sistem aplikasi, serta pengembangan mekanisme monitoring dan evaluasi yang lebih efektif.
Copyrights © 2026