Program Terminal Parkir Elektronik (TPE) merupakan inovasi baru yang diterapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi penerimaan retribusi parkir melalui sistem pembayaran non tunai. Namun, setelah beberapa tahun pelaksanaannya, masih ditemukan berbagai permasalahan seperti tingginya jumlah mesin yang tidak berfungsi, rendahnya penggunaan TPE oleh masyarakat, serta belum optimalnya capaian penerimaan retribusi parkir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Terminal Parkir Elektronik (TPE) sebagai sarana penerimaan retribusi parkir Kota Bandung tahun 2017-2024 Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles and Huberman. Evaluasi program dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product yang dikembangkan oleh Stufflebeam Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek konteks, Program TPE telah sesuai dengan kebutuhan peningkatan transparansi dan pengendalian penerimaan retribusi parkir. Dari aspek input, program didukung oleh sumber daya manusia, anggaran, sarana prasarana, dan strategi pelaksanaan yang memadai. Namun, pada aspek proses masih ditemukan berbagai hambatan berupa kerusakan mesin, gangguan jaringan, vandalisme, keterbatasan pengawasan, serta rendahnya adaptasi masyarakat terhadap pembayaran elektronik. Pada aspek produk, Program TPE mampu meningkatkan transparansi transaksi dan mengurangi potensi kebocoran retribusi parkir, tetapi belum mampu mencapai target penerimaan retribusi secara optimal. Berdasarkan hasil evaluasi, Program TPE belum berjalan optimal karena masih menghadapi berbagai kendala operasional, meskipun memberikan manfaat dalam mendukung pengelolaan retribusi parkir yang lebih transparan dan akuntabel.
Copyrights © 2026