Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian remaja secara global, dan berbagai program psikoedukatif telah dikembangkan untuk mengurangi perilaku berkendara berisiko. Studi ini bertujuan memetakan karakteristik dan efektivitas intervensi psikoedukasi dalam mengurangi perilaku berkendara berisiko pada remaja, berdasarkan empat dimensi utama: (1) media; (2) durasi; (3) delivery method; dan (4) komponen psikologis. Studi menggunakan pendekatan systematic literature review mengikuti pedoman PRISMA pada tiga basis data (Scopus, ProQuest, dan ScienceDirect) dengan rentang publikasi 2015–2025. Sebanyak 4.998 artikel teridentifikasi, dan 73 artikel memenuhi kriteria inklusi. Analisis menunjukkan bahwa video edukatif, e-learning, dan simulator/VR merupakan media yang paling banyak digunakan, dengan durasi dominan berupa sesi tunggal atau program singkat. Delivery paling umum adalah expert-led dan self-guided, sedangkan komponen psikologis yang sering muncul mencakup self-regulation, feedback, self-efficacy, fear appeal, dan normative influence. Sebagian besar studi melaporkan peningkatan pengetahuan, sikap positif, dan niat untuk berkendara aman, namun perubahan perilaku aktual cenderung lebih kecil dan tidak stabil dalam follow-up. Temuan studi ini menunjukkan bahwa intervensi yang menggabungkan media imersif dan komponen psikologis berbasis teori lebih berpotensi efektif dibanding pendekatan informatif saja. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program keselamatan remaja yang lebih adaptif, berbasis bukti, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Copyrights © 2026