Studi ini mengkaji pengaruh kerangka kompetensi terhadap keputusan klasifikasi talenta dalam konteks rekrutmen di Indonesia. Desain kuantitatif non-eksperimental digunakan dalam studi ini untuk menganalisis data asesmen sekunder dari 6.527 partisipan yang dikumpulkan melalui platform asesmen online Talentics pada tahun 2025. Analisis dilakukan dengan membandingkan klasifikasi kandidat berdasarkan kerangka kompetensi Indonesia, yang disusun berdasarkan kompetensi yang sering masuk dalam persyaratan pada lowongan kerja lokal, dan kerangka kompetensi Global, yang mengacu pada Future of Jobs Report 2025. Studi ini menggunakan analisis statistik deskriptif, tabulasi silang, uji Stuart–Maxwell, dan uji Bowker untuk mengevaluasi perbedaan klasifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerangka Indonesia mengklasifikasikan 56,98% kandidat sebagai Direkomendasikan, sementara kerangka Global hanya mengklasifikasikan 22,89% kandidat dalam kategori yang sama. Sebaliknya, kategori Tidak Direkomendasikan meningkat dari 8,53% menjadi 34,70%. Secara keseluruhan, 56,64% kandidat memperoleh klasifikasi yang berbeda antar kerangka. Temuan studi ini menunjukkan bahwa keputusan seleksi sangat sensitif terhadap kerangka kompetensi yang digunakan, sehingga menegaskan pentingnya organisasi untuk menyelaraskan standar rekrutmen dengan tuntutan kesiapan masa depan.
Copyrights © 2026