Stunting tetap menjadi tantangan kritis bagi pembangunan sumber daya manusia yang mencerminkan kekurangan gizi kronis pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan serta pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), akses sanitasi layak, jumlah penduduk miskin, dan tingkat pendidikan terhadap prevalensi stunting di kabupaten/kota Provinsi Jambi periode 2021-2024. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui regresi data panel, penelitian ini menetapkan Fixed Effect Model sebagai metode estimasi yang paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM dan tingkat pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prevalensi stunting. Sebaliknya, akses sanitasi dan jumlah penduduk miskin tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Secara simultan, keempat variabel tersebut mampu menjelaskan variasi prevalensi stunting sebesar 68,02%
Copyrights © 2026