Penelitian Aksi Kelas (Classroom Action Research/CAR) kolaboratif ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penalaran kritis dan hasil belajar IPAS di antara 27 siswa kelas lima inklusif di SDN Pekunden menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) inklusif yang terintegrasi dengan Desain Universal untuk Pembelajaran (Universal Design for Learning/UDL) dan Lembar Kerja Siswa (Student Worksheets/LKM) visual. Dilakukan dalam dua siklus, data dikumpulkan melalui tes tertulis, kinerja LKM visual, dan observasi sikap. Hasil menunjukkan bahwa penguasaan penalaran kritis klasik meningkat secara dramatis dari 48,15% pada pra-siklus menjadi 74,07% pada Siklus I, mencapai 100% tanpa cela pada Siklus II. Bersamaan dengan itu, penguasaan pembelajaran sumatif meningkat secara signifikan dari 48,15% menjadi 96,30%. Kesimpulannya, model PBL inklusif yang didukung oleh LKM visual secara efektif mendorong kesetaraan pendidikan dan mengoptimalkan penalaran kritis dan hasil belajar siswa di sekolah dasar inklusif.
Copyrights © 2026