Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam sektor keuangan, termasuk pada lembaga keuangan syariah non-bank seperti Baitul Maal wa Tamwil (BMT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi BMT dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT melakukan berbagai strategi adaptasi seperti digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi dengan pihak eksternal, serta pemanfaatan pemasaran digital. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan dana, rendahnya literasi digital, dan keterbatasan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan agar BMT mampu bertransformasi secara optimal tanpa meninggalkan prinsip syariah.
Copyrights © 2026