This study aimed to improve elementary students' science learning outcomes on the topic of growth and development of living organisms through the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model. The study employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, consisting of planning, action, observation, and reflection stages conducted over three cycles. The participants were 28 third-grade students from an elementary school in Tangerang, Indonesia. Data were collected through achievement tests, student activity observations, teacher performance observations, and documentation. Data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings revealed that the implementation of STAD improved both the learning process and science learning outcomes. Teacher performance increased from 47.5% in Cycle I to 82.5% in Cycle II and 90% in Cycle III. Student learning activity increased from 60% to 77.5% and reached 92.5% in Cycle III. Students’ mean achievement scores improved from 67.85 in Cycle I to 78.57 in Cycle II and 80.35 in Cycle III. Learning mastery also increased from 42.85% in Cycle I to 71.42% in Cycle II and 75% in Cycle III. These findings indicate that the STAD model is effective in enhancing student engagement, collaborative learning, and conceptual understanding of science in elementary education. The study suggests that STAD can serve as an alternative instructional strategy to support active and student-centered learning in primary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa sekolah dasar pada materi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas III pada salah satu sekolah dasar di Kota Tangerang. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, observasi kinerja guru, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model STAD mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPA. Persentase kinerja guru meningkat dari 47,5% pada siklus I menjadi 82,5% pada siklus II dan 90% pada siklus III. Aktivitas belajar siswa meningkat dari 60% menjadi 77,5% dan mencapai 92,5% pada siklus III. Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 67,85 pada siklus I menjadi 78,57 pada siklus II dan 80,35 pada siklus III. Ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari 42,85% pada siklus I menjadi 71,42% pada siklus II dan 75% pada siklus III. Temuan ini menunjukkan bahwa model STAD efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, kolaborasi belajar, dan penguasaan konsep IPA pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pembelajaran kooperatif berbasis STAD dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang mendukung implementasi pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik di sekolah dasar.
Copyrights © 2026