Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik di madrasah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VII di MTs Alwashliyah 16 Perbaungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaksanaan program pembelajaran Al-Qur’an di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekolah menerapkan pemetaan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi siswa baru yang dikelompokkan ke dalam beberapa tingkatan, mulai dari siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an hingga siswa yang telah mampu membaca dengan lagu dan tilawah. Berdasarkan pemetaan tersebut, sebagian besar siswa berada pada tingkat membaca yang cukup lancar, sedangkan siswa yang masih mengalami kesulitan mendapatkan pembinaan melalui program Klinik Al-Qur’an yang berfokus pada perbaikan tajwid, makharijul huruf, dan kelancaran membaca. Selain itu, sekolah menyelenggarakan mata pelajaran Tahsin bagi seluruh siswa kelas VII hingga IX sebagai upaya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara berkelanjutan. Evaluasi kemampuan membaca dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan siswa. Dengan demikian, peran guru melalui pemetaan kemampuan, pembinaan dalam program Klinik Al-Qur’an , dan pembelajaran Tahsin berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di MTs 16 Perbaungan.
Copyrights © 2026