Penelitian ini menganalisis distribusi spasial Land Surface Temperature (LST) serta mengidentifikasi fenomena Urban Heat Island (UHI) di Kota Padang, sekaligus mengkaji Pengaruh Normalized Difference Built-up Index (NDBI) dan intensitas UHI. Poin utama yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh kepadatan bangunan terhadap UHI, sehingga mendukung perencanaan kota berkelanjutan. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis spasial digunakan melalui pemanfaatan citra Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2025 yang diunduh dari USGS dan diolah pada platform Google Earth Engine. Metode analisis meliputi statistik deskriptif dan korelasi Pearson untuk menilai keterkaitan antara NDBI dan UHI. Hasil penelitian menunjukkan adanya UHI di Kota Padang, dengan nilai LST tertinggi (≥47°C) terkonsentrasi di kawasan perkotaan seperti Padang Barat, Nanggalo, Kuranji, Padang Timur, Padang Utara, Padang Selatan, serta sebagian Koto Tangah. Zona sejuk (≤22°C) di wilayah vegetasi, termasuk hutan lindung, Bukit Barisan, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung. Intensitas UHI tertinggi (UHI 3, 3°–4,9°C) terjadi di daerah dengan kepadatan bangunan tinggi, sedangkan wilayah berpenduduk jarang mendominasi area perifer. Analisis statistik korelasi positif kuat (r = 0,646) antara NDBI dan UHI, dengan kontribusi NDBI sebesar 41,7% terhadap variasi UHI. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan tata ruang yang seimbang untuk meminimalkan dampak lingkungan akibat ekspansi perkotaan di kota Padang
Copyrights © 2026