Sektor pertanian masih menjadi prioritas untuk mencapai ketahanan pangan nasional yang menjadi prasyarat penting bagi stabilitas sosial dan ekonomi. Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu sentra produksi padi sawah di Kabupaten Sukabumi yang pada saat ini mengalami fluktuasi hasil produksi yang diakibatkan karena adanya tekanan ganda yang dihadapi oleh petani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan fokus pada pengukuran tingkat adaptasi dan resiliensi petani dalam menghadapi tekanan. Responden dipilih berdasarkan teknik cluster random sampling dimana dua desa ditetapkan menjadi lokasi penelitian yaitu di Desa Gegerbitung dan Desa Caringin. Adapun metode penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Krecjie & Morgan (1970), berdasarkan perhitungan didapatkan 187 responden petani padi sawah. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat adaptasi dan resiliensi petani padi sawah di Kecamatan Gegerbitung dalam menghadapi tekanan multiple squeeze sudah berada pada kategori cukup baik, namun terdapat beberapa aspek dalam tingkat adaptasi yang berada pada kategori tidak baik diantaranya petani masih belum sepenuhnya melakukan diversifikasi pendapatan usaha dan belum menggunakan teknologi dalam setiap tahapan usahataninya. Sedangkan pada tingkat resiliensi petani masih belum melaksanaan perencanaan usahatani dengan baik serta belum melaksanakan kemitraan untuk mendapatkan akses informasi pelaksanaan usahatani padi sawah dengan baik.
Copyrights © 2026