Nilai shidiq atau kejujuran merupakan fondasi moral dan spiritual yang sangat esensial dalam membangun kepemimpinan yang berkarakter, efektif, dan berintegritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengaruh nilai shidiq dalam kepemimpinan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Sumber data diperoleh dari kitab suci Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, karya-karya ulama klasik seperti Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, serta literatur psikologi modern terkait kepemimpinan dan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam, shidiq bukan hanya sebuah nilai normatif, tetapi merupakan karakter utama para nabi dan pemimpin sejati. Kata shidiq dan turunannya disebutkan dalam lebih dari 250 ayat Al-Qur’an, menekankan pentingnya keselarasan antara niat, ucapan, dan perbuatan. Sementara itu, dalam perspektif psikologi, nilai shidiq memiliki keterkaitan dengan variabel-variabel penting seperti kejujuran (honesty), konsistensi (consistency), refleksi diri (self-reflection), kepercayaan diri (self-confidence), dan keterbukaan terhadap masukan (openness). Integrasi nilai-nilai ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berlandaskan shidiq mampu membentuk iklim organisasi yang sehat, meningkatkan kepercayaan, dan mendorong perilaku etis. Oleh karena itu, disarankan agar nilai shidiq diinternalisasi dalam pendidikan karakter dan pelatihan kepemimpinan, baik dalam konteks keagamaan, sosial, maupun kelembagaan formal
Copyrights © 2026