Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi implementasi budaya literasi kitab kuning serta menganalisis implikasinya terhadap kemampuan berpikir kritis santri di Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana praktik pembelajaran kitab kuning melalui metode sorogan, bandongan, dan musyawarah mampu membentuk kemampuan analitis, interpretatif, dan argumentatif santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi, yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap budaya belajar yang berkembang di lingkungan pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya literasi kitab kuning berimplikasi signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis santri, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan analisis bahasa Arab, interpretasi makna teks, serta penyusunan argumen secara logis. Selain itu, kegiatan musyawarah dan halaqoh memperkuat kemampuan evaluatif dan dialogis santri. Dengan demikian, budaya literasi kitab kuning terbukti menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membentuk pola pikir kritis dan reflektif santri secara berkelanjutan
Copyrights © 2026