Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara pada takaran dan keseimbangan tertentu secara berkesinambungan, sehingga menunjang pertumbuhan tanaman di lingkungan dengan faktor pertumbuhan yang menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah, mengidentifikasi faktor pembatas, serta merumuskan upaya penanggulangan faktor pembatas pada lahan budidaya Ubi Banggai di Desa Sampaka dan Desa Salangano, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sampaka dan Desa Salangano, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, pada bulan April hingga Juni 2024. Analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Balai Pengujian Standar Instrumen Sumber Daya Lahan Pertanian. Berdasarkan hasil analisis laboratorium, kesuburan lahan untuk tanaman Ubi Banggai dikategorikan ke dalam kelas Sangat Sesuai untuk Desa Sampaka, dan Marginal untuk Desa Salangano. Faktor pembatas utama pada lahan tersebut meliputi Kapasitas Tukar Kation (KTK) yang rendah, Kejenuhan Basa (KB) yang sangat rendah, dan kandungan c-organik yang rendah. Upaya penanggulangan yang dapat dilakukan untuk mengatasi faktor pembatas kesuburan tanah tersebut, khususnya di Desa Salangano, adalah dengan melakukan pengapuran menggunakan kapur dolomit atau kapur kalsit serta meningkatkan ketersediaan bahan organik melalui pemberian pupuk organik guna meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penanganan yang tepat, lahan di Desa Sampaka dan Desa Salangano sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya tanaman Ubi Banggai.
Copyrights © 2026