Penelitian ini bertujuan untuk menggali kearifan lokal gotong royong di Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, pada penyelenggaraan tradisi Grebeg Suro. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengekplorasi kehidupan budaya dan hubungan sosial antarwarga. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang meliputi pemuda desa Argelor, tokoh masyarakat, dan ketua Pemuda Argelor. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grebeg Suro menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus penguat hubungan sosial antarwarga desa yang didalamya terdapat nilai gotong royong. Peran Pemuda Argelor sangat signifikan dalam menyusun acara dengan konsep baru yang lebih menarik, melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti perangkat desa, karang taruna, dan kelompok seni tradisional dan pelaku UMKM. Dengan adanya kirab budaya, pentas seni, dan pasar rakyat, kegiatan ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menarik perhatian pengunjung dari luar daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi budaya lokal dapat bersinergi dengan inovasi modern untuk menciptakan keberlanjutan budaya dan harmoni sosial dengan berdasar nilai gotong royong. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Grebeg Suro menjadi sumber informasi otentik yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagi sumber belajar IPSĀ
Copyrights © 2026