Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural dalam Mata Kuliah Geografi Regional pada Jurusan Pips Nur Cholifah
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4, November 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.99 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v5i4.528

Abstract

Penguatan karakter menjadi salah satu tujuan utama dalam sistem pendidikan nasional. Penguatan karakter melalui pengembangan nilai-nilai pendidikan multikultural dalam pembelajaran dengan tujuan yaitu agar peserta didik mampu melihat kemajemukan dengan pemikiran terbuka, menerima dan menghargai perbedaan. Penanaman karakter diharapkan mampu mencetak generasi yang berpengetahuan dan memiliki karakter yang kuat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Implementasi nilai multikultural pada pembelajaran matakuliah geografi regional meliputi tiga nilai karakter: demokratis, toleransi, dan kerjasama. Ketiga nilai tersebut mampu diterapkan oleh peserta didik dalam pembelajaran yang tercermin pada sikap saling menghargai perbedaan budaya, memberikan kesempatan berpendapat, bermusyawarah, dan penyatuan ide bersama.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Model Problem Based Learning untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Afif Berlian Saputri; Nur Cholifah; Khoirotul Af’aliyah; Wahyuning Sasi
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026): Volume 6, Nomor 3, Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v6i3.2638

Abstract

Pendidikan era saat ini mengharuskan siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif guna menghadapi tantangan zaman yang semakin berkembang. Namun, pembelajaran di SMP Islam Bani Hasyim Malang masih didominasi oleh teacher centered dengan ketersediaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang masih kurang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan dan pengembangan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan kemampuan berpikir kritis. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan subjek penelitian yang terdiri dari 19 siswa kelas VIII dan guru IPS. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi , wawancara, dan penyebaran angket . Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Islam Bani Hasyim membutuhkan LKPD berbasis PBL untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Penelitian ini merekomendasikan pengembangan LKPD berbasis Problem Based Learning dalam bentuk elektronik untuk memanfaatkan teknologi.
Kearifan Lokal Gotong Royong Pemuda Argelor pada Tradisi Grebek Suro sebagai Sumber Belajar IPS Cindya Alfi; Nur Cholifah; Chintya Putri Prasetyaningayu
Journal of Linguistics and Social Studies Vol 3, No 2: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jls.v3i2.459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali kearifan lokal gotong royong di Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, pada penyelenggaraan tradisi Grebeg Suro. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengekplorasi kehidupan budaya dan hubungan sosial antarwarga. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang meliputi pemuda desa Argelor, tokoh masyarakat, dan ketua Pemuda Argelor. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grebeg Suro menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus penguat hubungan sosial antarwarga desa yang didalamya terdapat nilai gotong royong. Peran Pemuda Argelor sangat signifikan dalam menyusun acara dengan konsep baru yang lebih menarik, melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti perangkat desa, karang taruna, dan kelompok seni tradisional dan pelaku UMKM. Dengan adanya kirab budaya, pentas seni, dan pasar rakyat, kegiatan ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menarik perhatian pengunjung dari luar daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi budaya lokal dapat bersinergi dengan inovasi modern untuk menciptakan keberlanjutan budaya dan harmoni sosial dengan berdasar nilai gotong royong. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Grebeg Suro menjadi sumber informasi otentik yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagi sumber belajar IPS