Tingginya kandungan minyak pada produk keripik akibat proses penirisan manual menyebabkan penurunan kualitas produk dan efisiensi produksi pada industri kecil bidang FnB di Gunungpati, Kota Semarang. Metode penirisan konvensional membutuhkan waktu lebih lama serta belum mampu mengurangi kadar minyak secara optimal, sehingga diperlukan penerapan teknologi permesinan yang lebih efesien dan ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk perancangan desain dan melakukan studi kelayakan secara teknikal-ekonomi mesin peniris minyak (spinner) untuk mendukung modernisasi peralatan produksi industri kecil. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan pengukuran antropometri karyawan. Hasil analisis menunjukan nilai lebar bahu 39.7 cm, lebar jari 6.87 cm, jangkauan tangan 77 cm, tinggi siku berdiri 99.2 cm, dan tinggi popliteal 40.49 cm. Data memenuhi uji kecukupan Nā < N dengan nilai 2.71; 6.44; 6.40; 1.47; dan 0.91, serta memenuhi uji keseragaman karena seluruh data berada dalam batas kendali statistik. Dimensi mesin berdasarkan persentil ke-50 untuk mengakomodasi mayoritas karyawan dan material stainless steel SS304 yang memiliki kekuatan mekanik, ketahan korosi, dan memenuhi standar higienitas pangan. Analisis ekonomi menggunakan metode Break Even Point (BEP) menghasilkan nilai BEP sebesar 21.35 kg/bulan dengan investasi Rp8.000.000 dan biaya tetap Rp320.333/bulan, sedangkan kapasitas produksi mencapai sekitar 60 kg/bulan, sehingga mesin dinyatakan layak secara teknikal dan ekonomi.
Copyrights © 2026