Perdarahan postpartum (postpartum hemorrhage/PPH) merupakan penyebab utama kematian ibu di dunia, terutama di negara berkembang. Atonia uteri menyumbang sekitar 70–80% dari seluruh kasus PPH. Dilaporkan kasus seorang wanita usia 28 tahun, P3A0, yang mengalami perdarahan postpartum 4 jam setelah persalinan pervaginam di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Pasien datang dengan perdarahan aktif pervaginam (>400 mL), disertai ketidakstabilan hemodinamik dan anemia berat (Hb 5,6 g/dL). Pemeriksaan klinis menunjukkan uterus lembek yang konsisten dengan atonia uteri. Penatalaksanaan awal meliputi resusitasi cairan agresif, pemberian uterotonika, dan kompresi bimanual. Karena perdarahan tidak terkontrol, dilakukan histerektomi subtotal emergensi. Kasus ini menekankan pentingnya deteksi dini, stabilisasi hemodinamik yang cepat, serta eskalasi terapi yang tepat waktu pada PPH refrakter. Penguatan sistem rujukan dan penerapan protokol standar sangat penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas maternal.
Copyrights © 2026