Cuaca buruk menjadi salah satu faktor eksternal yang berpengaruh signifikan terhadap keselamatan dan kelancaran pelayaran. Kondisi gelombang tinggi, angin kencang, serta jarak pandang yang terbatas menuntut nakhida untuk membuat keputusan yang tepat demi meminimalkan risiko pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan nakhoda dalam proses pengambilan keputusan pelayaran pada kondisi cuaca buruk di KM Tanjung Manis Metode penelitian yang diterapkan bersifat kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara dengan nakhoda, mualim I, dan kepala kamar mesin, serta studi dokumentasi pelayaran. Analisis data dilakukan dengan menghubungkan temuan lapangan dengan kerangka berpikir penelitian yang mencakup faktor cuaca, kondisi teknis kapal, faktor manusia, serta strategi operasional pelayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pelayaran di KM. Tanjung Manis dipengaruhi oleh kondisi cuaca menurut informasi BMKG, kesiapan teknis kapal, kemampuan awak kapal, serta kondisi muatan dan penumpang. Kombinasi cuaca buruk dan gangguan teknis menyebabkan pelayaran tidak dapat dilanjutkan, sehingga nakhoda memutuskan untuk membatalkan perjalanan dan berbalik ke pelabuhan keberangkatan sebagai langkah pencegahan risiko. Pengambilan keputusan dilakukan secara dinamis melalui pendekatan manajemen risiko dengan prioritas pada keselamatan kapal, awak, dan penumpang.
Copyrights © 2026