Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hambatan samping terhadap kinerja arus lalu lintas di Jalan Borobudur berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI). Peningkatan aktivitas lalu lintas di ruas jalan tersebut memicu bertambahnya hambatan samping, seperti pergerakan pejalan kaki, kendaraan berhenti, kendaraan lambat, serta kendaraan keluar-masuk akses samping, yang berpotensi menurunkan kapasitas dan kelancaran arus lalu lintas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui survei lapangan setiap interval 15 menit pada hari Minggu dan Kamis, yang mewakili variasi waktu pagi, siang, dan sore. Analisis dilakukan dengan menghitung frekuensi kejadian hambatan samping dan mengklasifikasikannya sesuai standar PKJI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hambatan samping tertinggi terjadi pada periode sore hari, ditandai dengan dominasi kendaraan berhenti dan aktivitas keluar-masuk kendaraan. Pada hari Minggu sore tercatat 201 kejadian kendaraan berhenti dan 330 kendaraan keluar-masuk, sedangkan pada hari Kamis masing-masing sebesar 177 dan 287 kejadian. Berdasarkan klasifikasi PKJI, tingkat hambatan samping termasuk kategori tinggi (H), yang berdampak signifikan terhadap penurunan kapasitas jalan dan peningkatan kepadatan lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan upaya manajemen lalu lintas yang efektif, seperti penataan parkir, pengendalian akses, dan peningkatan fasilitas pejalan kaki.
Copyrights © 2026