Pertumbuhan urbanisasi yang pesat di Kota Denpasar mendorong kebutuhan infrastruktur perkotaan yang semakin kompleks, namun praktik manajemen proyek di tingkat daerah masih menghadapi berbagai tantangan sistemis. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip-prinsip manajemen proyek pada pembangunan infrastruktur perkotaan di Kota Denpasar, mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya, serta merumuskan model penguatan yang aplikatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survey research, melibatkan 20 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari unsur aparatur sipil negara, konsultan pengawas, dan pelaksana kontraktor. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen proyek berada pada kategori cukup baik (mean 3,55), dengan Quality Management sebagai dimensi tertinggi (mean 3,89) dan Stakeholder Management sebagai dimensi terlemah (mean 3,28). Seluruh variabel menunjukkan hubungan kuat terhadap efektivitas infrastruktur, dengan Project Planning sebagai faktor paling determinan (r = 0,782). Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas perencanaan berbasis risiko, reformasi tata kelola pemangku kepentingan, serta integrasi teknologi monitoring real-time merupakan intervensi strategis yang mendesak untuk diimplementasikan demi meningkatkan efektivitas pembangunan infrastruktur perkotaan di Kota Denpasar secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026