Transformasi digital dalam sektor kesehatan telah mendorong pemanfaatan rekam medis elektronik guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Namun, perkembangan ini juga diikuti oleh meningkatnya risiko ancaman siber, khususnya kebocoran data rekam medis yang bersifat sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebocoran data terhadap reputasi rumah sakit serta implikasinya terhadap keberlanjutan finansial. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, melalui penelusuran dan analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan pada periode 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebocoran data rekam medis memiliki dampak signifikan terhadap kepercayaan pasien, yang merupakan faktor utama dalam menentukan keberlangsungan layanan kesehatan. Penurunan kepercayaan tersebut berkontribusi terhadap memburuknya citra institusi dan menurunnya daya saing rumah sakit di tengah persaingan layanan kesehatan yang semakin ketat. Selain itu, kebocoran data juga menimbulkan konsekuensi finansial yang kompleks, baik dalam bentuk biaya langsung seperti pemulihan sistem dan peningkatan keamanan teknologi informasi, maupun biaya tidak langsung seperti kehilangan pendapatan akibat penurunan jumlah pasien serta potensi sanksi regulasi dan tuntutan hukum. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan erat antara aspek reputasi dan kondisi finansial, di mana penurunan reputasi dapat memperparah tekanan ekonomi yang dihadapi rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan strategi mitigasi risiko yang komprehensif melalui penerapan sistem keamanan informasi berbasis risiko, peningkatan kesadaran sumber daya manusia, serta integrasi kebijakan perlindungan data dalam tata kelola organisasi guna memastikan keberlanjutan layanan kesehatan di era digital.
Copyrights © 2026