Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis dan ekonomi perencanaan PLTS atap on-grid 1000 Wp pada bisnis Indekos SAHARI Semarang. Peningkatan kebutuhan energi listrik di Indonesia mendorong pemanfaatan energi terbarukan, khususnya energi surya, yang memiliki potensi radiasi rata-rata 5,48 kWh/m² di wilayah Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis tekno-ekonomi berdasarkan regulasi Permen ESDM No. 2 Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem PLTS memanfaatkan area atap bangunan indekos seluas ±270 m² dengan kapasitas terpasang 1000 Wp menggunakan 5 panel surya monocrystalline. Sistem ini mampu menghasilkan kontribusi energi sebesar 37,74% dari total kebutuhan listrik atau 4,60 kWh per hari, sedangkan 62,26% masih dipenuhi oleh PLN. Analisis kelayakan investasi menggunakan metode Net Present Value (NPV) menunjukkan nilai positif sebesar Rp1.597.518, serta Discounted Payback Period (DPP) selama 9 tahun 2 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa investasi PLTS atap layak secara finansial dan memberikan manfaat penghematan biaya listrik jangka panjang. Dengan demikian, implementasi PLTS atap dapat menjadi solusi efisien dan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan energi pada sektor usaha indekos.
Copyrights © 2026