Pertumbuhan wilayah perkotaan yang pesat menyebabkan peningkatan luas permukaan kedap air yang berdampak pada meningkatnya limpasan permukaan dan risiko banjir di kawasan perkotaan. Kondisi tersebut terjadi pada Jalan Dr. Mansyur, Kota Medan, yang sering mengalami genangan akibat ketidakseimbangan antara debit limpasan dan kapasitas sistem drainase eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit limpasan permukaan, mengevaluasi kapasitas saluran drainase, serta mengidentifikasi titik-titik kritis banjir menggunakan Storm water Management Model (SWMM) 5.2 melalui pendekatan integrasi hidrologi dan hidrolika. Data curah hujan diolah menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III untuk memperoleh hujan rencana, kemudian dikonversi menjadi intensitas hujan sebagai input pemodelan. Evaluasi kapasitas saluran dilakukan dengan membandingkan debit limpasan hasil simulasi terhadap kapasitas saluran eksisting menggunakan persamaan Manning. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sekitar 15 segmen saluran mengalami kondisi overflow akibat daya tampung saluran yang tidak mampu menerima debit limpasan, dengan titik kritis utama terjadi pada node J65, J19, J52, J5 dan J3. Perbaikan dimensi saluran pada segmen kritis terbukti mampu meningkatkan kapasitas aliran dan mengurangi jumlah titik flooding secara signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan integrasi hidrologi dan hidrolika berbasis SWMM efektif digunakan untuk mendukung evaluasi dan perencanaan sistem drainase perkotaan yang lebih berkelanjutan
Copyrights © 2026