Perubahan fungsi bangunan hunian menjadi perkantoran dapat meningkatkan beban struktur dan memengaruhi kinerja pondasi tiang bor. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas dukung dan penurunan pondasi borepile pada gedung 12 lantai di Kalimantan Timur berdasarkan reaksi struktur atas dan pemodelan numerik geoteknik. Analisis struktur atas dilakukan menggunakan ETABS v22 untuk memperoleh reaksi tumpuan, sedangkan analisis interaksi tanah-pondasi dilakukan menggunakan PLAXIS 3D dengan model konstitutif Mohr-Coulomb. Data tanah berdasarkan hasil SPT hingga kedalaman 30 m menunjukkan nilai rata-rata N-SPT 47,78 dan diklasifikasikan sebagai tanah sedang (kelas situs SD). Hasil ETABS menunjukkan reaksi vertikal terbesar pada kondisi perkantoran sebesar 6546,63 kN atau sekitar 654,66 tonf. Hasil analisis pondasi menghasilkan kapasitas dukung ultimit tiang tunggal 579,87 ton, kapasitas izin tiang tunggal 231,95 ton, dan kapasitas izin kelompok empat tiang 927,80 ton. Penurunan maksimum akibat beban kerja sebesar 1,44 cm dan meningkat menjadi 3,38 cm setelah konsolidasi 730 hari. Nilai tersebut masih berada di bawah batas izin SNI 8460:2017, sehingga pondasi borepile dinyatakan aman dan layak digunakan untuk perubahan fungsi bangunan
Copyrights © 2026