The stand-up comedy show presented by Pandji Pragiwaksono entitled Mens Rea has become a controversy because there is material that is suspected of being inflammatory. Ultimately, Pandji Pragiwaksono was reported to the police. However, the Pewaris Lezza brand took advantage of the moment by creating an advertisement that is in line with the Mens Rea performance, even Pandji also became the advertising star in the Pewaris Lezza advertisement version of 'Enakin Mulut Loe'. In its broadcast, the advertisement which lasts 1 minute 37 seconds received various responses from the public regarding the use of satirical language styles all delivered by Pandji Pragiwaksono. Therefore, this study aims to determine Pandji's satirical language style in the narrative of the advertisement which is analyzed narratively from the beginning, middle, and end of the advertisement. The research method used in this study is narrative analysis by Tzvetan Todorov with qualitative research approach and constructivism paradigm. The total unit of analysis is 13 scenes of Pandji in the advertisement. The findings of this study reveal a visible and deliberate satirical style of language in several advertisements. All of Pandji's satirical language refers to freedom of speech and the freedom to criticize what is happening. Furthermore, there is a congruence between the message of the advertisement "Enakin Mulut Loe" and the character of Pandji Pragiwaksono, who is vocal in criticizing government issues. There is also a strong symbolic interaction and representation of reality in every angle in this advertisement. ABSTRAK Pertunjukan stand up comedy yang dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea telah menjadi kontroversi karena ada materi yang diduga bernada menghasut. Ujungnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi. Meski demikian, brand Pewaris Lezza memanfaatkan momen dengan membuat iklan yang senada dengan pementasan Mens Rea, bahkan Pandji sekaligus menjadi bintang iklan pada iklan Pewaris Lezza versi 'Enakin Mulut Loe'. Dalam tayangannya, iklan yang berdurasi 1 menit 37 detik ini mendapat berbagai respons dari publik mengenai penggunaan gaya bahasa satir yang semuanya dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya bahasa satir Pandji dalam narasi tayangan iklan yang dianalisis secara naratif dari awal, tengah, dan akhir iklan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis naratif oleh Tzvetan Todorov dengan pendekatan penelitian kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Total unit analisis yang ada ialah 13 scene Pandji yang ada di iklan tersebut. Hasil temuan dalam penelitian ini terdapat gaya bahasa satir secara nampak dan sengaja di beberapa potongan iklan. Semua gaya bahasa satir Pandji merujuk pada kebebasan berpendapat dan kebebasan dalam mengkritik atas apa yang terjadi. Kemudian, ada kesesuaian antara pesan iklan ‘Enakin Mulut Loe’ dengan karakter tokoh sosok Pandji Pragiwaksono yang vokal dalam mengkritisi isu pemerintah, serta adanya interaksi simbolik dan representasi dari realitas yang kuat di setiap pengambilan angle pada iklan ini.
Copyrights © 2026