Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, memiliki potensi biomassa melimpah namun pemanfaatannya sebagai pupuk organik belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ketersediaan limbah pertanian dan peternakan sebagai sumber bahan baku pupuk organik mandiri. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui teknik ubinan pada padi Ciherang Lestari (Jajar Legowo 3:1), serta data sekunder populasi ternak dan luas panen 2021. Temuan penelitian menunjukkan bahwa limbah tanaman pangan mencapai 10.954 ton dan perkebunan 10.339 ton, didominasi jerami padi dengan potensi hasil segar 23,36 t/ha. Di sektor peternakan, beban ternak sebesar 834,07 Satuan Ternak (ST) mampu menghasilkan 594,69 ton kotoran yang setara dengan 297,36 ton pupuk organik siap pakai. Integrasi limbah tanaman yang kaya karbon dengan limbah ternak sebagai aktivator biologis menjadi solusi strategis untuk memenuhi standar mutu pupuk organik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Kecamatan Kebun Tebu memiliki kapasitas biomassa yang memadai untuk mewujudkan kemandirian pupuk dan pertanian berkelanjutan
Copyrights © 2026