Ekstraksi basah merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menghilangkan gel berlendir (pulp) yang menyelimuti biji tomat. Pulp yang menyelimuti biji mengandung zat penghambat pertumbuhan sehingga dapat memengaruhi mutu benih. Uji perkecambahan di laboratorium dan pengujian di lapangan dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengaruh ekstraksi dengan air hangat (60 °C), NaOCl, HCl, dan H2SO4 terhadap viabilitas dan vigor benih, serta pertumbuhan dan hasil tanaman tomat keriting Varietas Mawar. Persentase infeksi patogen (%), daya kecambah (%), laju perkecambahan (hari), indeks kecepatan perkecambahan (IKP), keserempakan tumbuh benih (%), dan kecepatan tumbuh benih (%) diamati selama 14 hari pada uji perkecambahan. Sementara itu, persentase tumbuh benih (%), tinggi tanaman (cm), kandungan klorofil daun (spektrofotometer), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari), umur panen (hari), berat buah per tanaman (g), dan jumlah buah per tanaman diamati pada uji di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstraksi hanya memengaruhi tahap perkecambahan benih. Air hangat (60 °C) sebagai bahan ekstraksi dengan mekanismenya mampu menghilangkan pulp tanpa merusak kulit biji dan melindungi biji dari infeksi patogen sehingga dapat menjaga viabilitas dan vigor benih. Hal ini ditunjukkan pada nilai rata-rata tingkat perkecambahan yang lebih tinggi, serta rata-rata nilai infeksi patogen dan kecepatan tumbuh benih yang lebih baik dibandingkan NaOCl, HCl dan H2SO4. Namun, seluruh bahan ekstraksi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada laju perkecambahan, indeks kecepatan perkecambahan, dan keserempakan tumbuh benih. Informasi yang diperoleh ini dapat menjadi dasar dalam memproduksi benih tomat bermutu secara mandiri
Copyrights © 2026