Mobilitas mahasiswa asing ke Indonesia membawa tantangan dalam proses penyesuaian diri akibat perbedaan bahasa, norma sosial, dan budaya lokal. Mahasiswa asing di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang kerap mengalami Culture Shock yang berdampak pada interaksi sosial dan aktivitas akademik. Dalam konteks ini, komunikasi antarbudaya menjadi faktor penting dalam membantu mahasiswa asing beradaptasi dengan lingkungan kampus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi antarbudaya yang dilakukan mahasiswa asing dalam proses penyesuaian diri (Culture Shock) di UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh mahasiswa asing asal Malaysia, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Data diuraikan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa asing mengalami Culture Shock berupa kesulitan berkomunikasi, penyesuaian terhadap norma sosial dan budaya kampus, hambatan hubungan sosial, serta tekanan psikologis. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa asing menerapkan strategi komunikasi seperti menyesuaikan penggunaan bahasa, membangun interaksi dengan mahasiswa lokal, serta mengikuti kegiatan akademik dan sosial. Lingkungan kampus berperan dalam mendukung adaptasi, meskipun masih diperlukan penguatan program pendampingan dan komunikasi lintas budaya.Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya berperan penting dalam membantu mahasiswa asing menghadapi Culture Shock dan mencapai penyesuaian diri di lingkungan kampus.
Copyrights © 2026