Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal barista di Memory Coffee Palembang memainkan peran penting dalam membangun personal branding yang kuat dan berkesan. Komunikasi verbal yang ramah, jelas, dan informatif, serta komunikasi nonverbal seperti senyuman, kontak mata, dan gestur sopan, secara konsisten membentuk persepsi pelanggan mengenai profesionalitas, keramahan, dan kredibilitas barista. Melalui interaksi berulang, pelanggan menginterpretasikan simbol-simbol komunikasi tersebut sebagai bagian dari identitas barista, sehingga menghasilkan citra diri yang positif di mata pengunjung. Kemampuan barista dalam menyesuaikan gaya komunikasi dengan karakter dan kebutuhan pelanggan memperkuat hubungan interpersonal yang terbangun. Kehadiran barista tidak hanya sebagai penyaji kopi, tetapi juga sebagai figur yang mampu menciptakan suasana nyaman, hangat, dan bersahabat, menjadikan pengalaman pelanggan lebih personal dan bermakna. Konsistensi perilaku ini kemudian tidak hanya membentuk personal branding individu, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap citra Memory Coffee sebagai kedai yang profesional, ramah, dan berorientasi pada kualitas layanan. Kemampuan komunikasi interpersonal barista dapat dipandang sebagai modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang berkualitas, mempertahankan loyalitas pengunjung, serta memperkuat reputasi Memory Coffee Palembang di tengah persaingan industri coffee shop.
Copyrights © 2026