Abdi Implementasi Pancasila: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol 6 No 1 (2026): Mei

Tata Kelola Konflik Horizontal Berbasis Integrative Conflict Governance dan Keadilan Restoratif di Nusa Tenggara Barat

Agung Iriantoro (Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia)
Agus Surono (Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia)
Firli Bahuri (Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia)
Adnan Hamid (Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia)
Zaitun Abdullah (Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia)
Maslihati Nur Hidayati (Fakultas Hukum, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
29 May 2026

Abstract

Konflik horizontal di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam dua dekade terakhir menunjukkan pola fluktuatif namun persisten sehingga harus dipahami sebagai gejala struktural yang menuntut tata kelola konflik yang sistemik dan integratif. Meskipun data pemerintah daerah mencatat penurunan potensi konflik dari 798 kasus pada 2023 menjadi 271 pada 2024 dengan sekitar 97 persen diselesaikan melalui deteksi dini dan mekanisme lokal, ratusan potensi konflik setiap tahun, terutama di lingkar tambang, kawasan pariwisata strategis, dan menjelang kontestasi politik, mengindikasikan bahwa akar-akar agraria, ekonomi, dan identitas belum tertangani memadai. Secara normatif, UUD 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012, serta Peraturan Daerah NTB tentang pengakuan masyarakat adat, ketertiban umum, dan Bale Mediasi telah menyediakan kerangka penanganan konflik, tetapi implementasinya masih menyisakan kesenjangan dengan praktik lokal melalui pranata adat, Bale Mediasi, dan mediasi keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang diperkaya bahan empiris terbatas dari FGD multiaktor dan materi narasumber, serta analisis melalui inventarisasi dan penafsiran berlapis untuk merumuskan model integrative conflict governance berbasis keadilan restoratif. Hasilnya menunjukkan bahwa di tengah keberadaan regulasi dan inovasi kelembagaan seperti Bale Mediasi, Krama Desa, dan pranata keagamaan, masih terdapat governance gap dan capability gap, sehingga diperlukan model tata kelola konflik horizontal yang menjahit peran hukum negara, hukum adat, pranata keagamaan, dan kebijakan kesejahteraan sosial dalam tiga fase konflik: pencegahan, penghentian, dan pemulihan.  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

abdi

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Environmental Science Social Sciences

Description

Focus and Scope of Abdi Implementasi Pancasila: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is a National Journal based on the results of Community Service Activities in Applied Science and Social ...