Penelitian ini menganalisis hubungan kinerja keuangan, profitabilitas, dan nilai perusahaan pada emiten teknologi di Bursa Efek Indonesia. Persoalan utama muncul karena rasio keuangan konvensional tidak selalu bergerak searah dengan penilaian pasar pada perusahaan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder dari 23 emiten teknologi selama 2021–2024, sehingga diperoleh 92 data observasi. Kinerja keuangan dibangun sebagai konstruk tingkat tinggi formatif yang dibentuk oleh struktur modal, likuiditas, dan efisiensi aset. Analisis dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling melalui pendekatan disjoint two-stage. Hasil menunjukkan bahwa struktur modal menjadi satu-satunya dimensi signifikan pembentuk kinerja keuangan. Kinerja keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas maupun nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas tidak terbukti memediasi hubungan tersebut pada model utama. Nilai perusahaan dapat dijelaskan sebesar 30,4 persen, tetapi daya prediksi model masih lemah berdasarkan PLSpredict dan CVPAT. Uji sensitivitas menunjukkan bahwa pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan menjadi signifikan ketika PBV atau Tobin’s Q dikeluarkan secara terpisah. Temuan ini menegaskan bahwa nilai perusahaan emiten teknologi sulit dijelaskan hanya melalui rasio akuntansi, sehingga analisis valuasi perlu dilengkapi dengan indikator nonkeuangan, seperti prospek pertumbuhan, risiko model bisnis, kekuatan ekosistem digital, dan sentimen pasar.
Copyrights © 2026