Perkembangan media sosial telah mengubah perilaku finansial Generasi Z, termasuk dalam membentuk minat berinvestasi. Di sisi lain, tingginya paparan informasi investasi melalui social media influencer belum selalu diimbangi dengan tingkat literasi keuangan yang memadai sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pengambilan keputusan investasi. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada mahasiswa di lingkungan akademik, sedangkan kajian pada komunitas investasi berbasis praktik masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh social media influencer dan literasi keuangan terhadap minat berinvestasi anggota Komunitas Pijey Investment. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling terhadap 208 responden dari populasi 431 anggota. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berinvestasi (t = 2,008, sig. = 0,046), literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berinvestasi (t = 7,866, sig. = 0,000), serta kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat berinvestasi (F = 90,726, sig. = 0,000) dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,464. Literasi keuangan merupakan variabel yang memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan social media influencer. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan minat investasi di komunitas investasi tidak hanya memerlukan peran influencer yang kredibel, tetapi juga perlu didukung oleh penguatan literasi keuangan agar keputusan investasi dilakukan secara lebih rasional. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan bagi pengelola komunitas investasi dalam menyusun strategi edukasi keuangan yang lebih efektif.
Copyrights © 2026