Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya stimulasi kemampuan kognitif anak usia dini khususnya dalam mengenal bentuk geometri sebagai bagian dari perkembangan kemampuan kognitif anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode demonstrasi dalam menstimulasi kemampuan kognitif anak kelompok B dalam mengenal bentuk geometri di TK Negeri 7 Sausu serta mengidentifikasi kendala dan upaya yang dilakukan guru dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas kepala sekolah, guru kelompok B, anak kelompok B, dan orang tua siswa. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui implementasi metode demonstrasi mampu menstimulasi kemampuan kognitif anak khususnya dalam kemampuan mengamati, membedakan, dan mengelompokkan bentuk geometri. Kemampuan ini merupakan bagian dari perkembangan kognitif anak usia dini yang berkaitan dengan proses berpikir logis dan pemahaman konsep sederhana. Guru memperagakan bentuk-bentuk geometri menggunakan alat peraga konkret, sehingga anak dapat melihat, menirukan, dan mempraktikkan secara langsung. Dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kendala seperti perbedaan kemampuan anak, keterbatasan waktu dan media, serta konsentrasi anak yang mudah teralihkan. Kendala utama dalam implementasi metode demonstrasi di TK Negeri 7 Sausu adalah keterbatasan media pembelajaran yang tersedia di sekolah yang jumlahnya belum sebanding dengan jumlah peserta didik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa implementasi metode demonstrasi mampu menstimulasi kemampuan kognitif anak kelompok B dalam mengenal bentuk geometri melalui pengalaman belajar yang konkret dan melibatkan anak secara langsung.
Copyrights © 2026