Permasalahan dalam monitoring parameter fisika terapan seperti suhu, tekanan, dan kelembaban terletak pada keterbatasan sistem konvensional yang belum mampu menyediakan data secara real-time, terintegrasi, dan dapat diakses jarak jauh, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan analisis dan kesalahan pencatatan manual. Penelitian ini menawarkan solusi berupa perancangan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan multi-sensor dengan mikrokontroler berkemampuan Wi-Fi serta platform komputasi awan untuk transmisi dan visualisasi data secara waktu nyata. Metode yang digunakan meliputi perancangan perangkat keras, implementasi protokol komunikasi MQTT, serta pengujian akurasi dan latensi sistem. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan akuisisi dan pengiriman data dengan latensi rendah serta tingkat kesalahan pengukuran yang berada dalam batas toleransi yang dapat diterima. Implementasi ini membuktikan bahwa teknologi IoT efektif meningkatkan efisiensi monitoring, akurasi pengukuran, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara lebih responsif.
Copyrights © 2026