Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis keluarga sebagai instrumen preventif dalam mengatasi fenomena perilaku menyimpang atau kenakalan remaja di Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama, orang tua, dan remaja, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika perubahan sosial di Desa Ketara memicu berbagai bentuk kenakalan remaja akibat lemahnya kontrol internal maupun eksternal. Peran PAI berbasis keluarga diwujudkan melalui fungsi keteladanan (uswatun hasanah), pembiasaan praktik ibadah ritual, dan penanaman nilai-nilai moral-spiritual. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya pemahaman agama orang tua, keterbatasan ekonomi yang memicu migrasi tenaga kerja, serta kuatnya arus teknologi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan fungsi pendidikan keluarga, yang secara konsisten berlandaskan pada metodologi pengasuhan Islami, menjadi faktor penentu utama dalam menekan eskalasi kenakalan remaja di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026