Penelitian ini bertujuan menganalisis peran koping religius terhadap kesehatan mental mahasiswa Generasi Z melalui pendekatan mixed methods (explanatory sequential design). Sampel penelitian terdiri dari 47 mahasiswa Universitas Islam Negeri Palangka Raya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui integrasi skala koping religius (7 item), instrumen kesehatan mental (4 item), serta pertanyaan kualitatif terbuka. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = -0,408 dengan signifikansi p = 0,004, yang membuktikan adanya hubungan korelasi sedang dengan arah negatif antarvariabel. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan koping religius berkaitan secara signifikan dengan penurunan tingkat permasalahan kesehatan mental. Data kualitatif memperkuat temuan ini melalui identifikasi praktik ibadah sebagai mekanisme regulasi emosi dan pencarian makna dalam menghadapi tekanan akademik. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi penguatan spiritual ke dalam layanan konseling pendidikan tinggi sebagai instrumen praktis untuk meningkatkan resiliensi dan stabilitas emosional mahasiswa Generasi Z di tengah disrupsi digital.
Copyrights © 2026