Perancangan dilatarbelakangi oleh kesenjangan persepsi antara popularitas budaya cosplay yang masif dengan rendahnya apresiasi sosial masyarakat di Surabaya. Pandangan stereotip yang menganggap cosplay sebatas hiburan dangkal menyebabkan distorsi makna terhadap proses kreatif dan ekspresi identitas para pelakunya. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah kampanye digital yang mampu memberikan edukasi mengenai nilai kreativitas melalui penggunaan maskot sebagai duta visual. Melalui pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif, ditemukan preferensi kuat terhadap gaya visual anime yang merepresentasikan budaya pop Jepang. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang karakter maskot "Kitsu" dan "Akira" dengan konsep "Kitsune" yang memadukan elemen busana tradisional seperti Miko dan Yukata serta estetika Japan Matsuri. Karakter-karakter ini berfungsi sebagai media komunikasi visual yang mampu menyampaikan pesan kampanye secara komunikatif dan emosional. Maskot ini diharapkan dapat menjadi simbol transformasi perspektif masyarakat dari pandangan skeptis menuju sikap yang lebih terbuka dan apresiatif. Kesimpulannya, desain karakter untuk kampanye digital terbukti efektif sebagai jembatan visual dalam meningkatkan legitimasi sosial terhadap budaya cosplay di Surabaya.
Copyrights © 2026