Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang multidimensional di Indonesia sehingga memerlukan pendekatan yang inovatif dan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi lembaga keagamaan dalam intervensi stunting berbasis komunitas melalui analisis literatur terstruktur. Dari 25 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 13 artikel empiris periode 2021–2026 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan empat pola kontribusi utama, yaitu: (1) internalisasi nilai-nilai keagamaan sebagai instrumen perubahan perilaku; (2) lembaga pendidikan berbasis iman sebagai platform intervensi kesehatan yang terstruktur; (3) advokasi, legitimasi sosial, dan kolaborasi multisektor; serta (4) komunikasi budaya dan transformasi praktik sosial. Lembaga keagamaan tidak hanya berperan secara simbolik, tetapi juga secara struktural dan operasional dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, penerimaan program, dan keberlanjutan intervensi. Integrasi otoritas moral-spiritual dengan strategi kesehatan publik terbukti memperkuat kepatuhan terhadap praktik gizi dan pola asuh sehat. Kajian ini menawarkan kerangka konseptual yang menempatkan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan normatif, kultural, dan berbasis komunitas
Copyrights © 2026