Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi lingkungan yang dilakukan oleh PT Satria Bahana Sarana dalam mengimplementasikan dimensi Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya terkait distribusi risiko dan dampak kesehatan Air Asam Tambang (Acid Mine Drainage/AMD), serta untuk memahami proses, dinamika, dan makna dialog partisipatif yang dibangun bersama masyarakat dalam upaya memperoleh legitimasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Satria Bahana Sarana menerapkan strategi komunikasi lingkungan yang bersifat terbuka, edukatif, dan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, serta komunikasi langsung di lapangan. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko lingkungan dan dampak kesehatan akibat AMD, sekaligus memperkenalkan upaya pengendalian yang dilakukan perusahaan. Selain itu, dialog partisipatif yang dibangun berlangsung secara dua arah melalui forum formal dan interaksi informal, yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, penyampaian aspirasi, serta klarifikasi dari pihak perusahaan. Dinamika dialog tersebut mencerminkan keterlibatan aktif masyarakat dan respons perusahaan terhadap berbagai isu lingkungan, sehingga menciptakan komunikasi yang transparan dan akuntabel. Makna dialog partisipatif bagi perusahaan adalah sebagai sarana membangun kepercayaan dan memperoleh legitimasi sosial, sementara bagi masyarakat sebagai media untuk memahami kondisi lingkungan dan berpartisipasi dalam pengawasan.
Copyrights © 2026