Penelitian ini menggali secara mendalam pergulatan batin individu dengan pola disorganized attachment dalam mengelola diri, sebuah pola yang ditandai oleh kontradiksi perilaku terhadap figur lekat, seringkali berakar dari pengalaman traumatis masa lalu. Akibatnya, individu ini mengalami kesulitan dalam regulasi emosi, pembentukan hubungan interpersonal yang stabil, dan memiliki citra diri negatif. Dengan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif, penelitian ini melibatkan empat partisipan yang dipilih melalui purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi kompleksitas pengelolaan diri yang dipicu oleh perasaan bingung dan takut dalam hubungan interpersonal (ditandai ambivalensi, fear of abandonment, ketidakpercayaan, tampilan diri tidak autentik, dan kesulitan menetapkan batasan), beragam strategi mengelola emosi (adaptif dan maladaptif, serta kesulitan regulasi emosi), dan faktor pemicu konflik batin dari pengalaman masa lalu (perundungan, kekerasan, pola asuh otoriter, lingkungan sosial negatif, dan kehilangan figur emosional). Temuan ini menegaskan tantangan signifikan dalam pengelolaan diri pada individu dengan disorganized attachment dan menekankan pentingnya intervensi yang berfokus pada kesadaran diri, keterampilan relasional, dan pemrosesan trauma.
Copyrights © 2026