Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

GAMBARAN STRES PADA REMAJA YANG MENGALAMI KECANDUAN JUDI ONLINE Zhafran Arrazaq; Sri Nurhayati Selian
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6770

Abstract

Fenomena yang semakin marak saat ini adalah judi online, yang mana dapat di akses melalui ponsel pintar dan perangkat digital masing-masing individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh kecanduan judi online terhadap stres pada remaja. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan tiga subjek remaja yang mengalami kecanduan judi online. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan judi online memberikan dampak signifikan terhadap tingkat stres remaja, yang ditandai dengan perasaan cemas, gelisah, mudah marah, sulit tidur, serta munculnya rasa bersalah dan penyesalan. Faktor penyebab utama kecanduan adalah rasa penasaran, pengaruh teman, dan dorongan untuk mendapatkan uang dengan cepat. Sedangkan, dampak stres terlihat pada aspek emosional, sosial, akademik, dan finansial.  
Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Perkembangan Kepribadian Shyness Pada Mahasiswa Siti Aisyah; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jkpi.v2i2.380

Abstract

Shyness is a common personality trait experienced by college students during the transition to early adulthood, especially when facing the demands of social interaction in the college environment. This condition can affect students' ability to communicate, participate in academic activities, and build social relationships. This study aims to understand how the social environment influences the development of shyness in college students. The method used was a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation of three students with shy tendencies. The results indicate that a less supportive social environment, such as a lack of acceptance from peers, negative interaction experiences, and minimal emotional support, can strengthen shyness in college students. Conversely, an open, supportive, and secure social environment can help students increase self-confidence and reduce shy behavior. This study emphasizes the important role of the social environment in shaping student personality development, particularly in overcoming shyness, and provides implications for colleges to create a more inclusive and supportive environment for student social development.
Dinamika Perkembangan Kepribadian Remaja Remaja dalam Lingkungan Keluarga Toxic Ilhami Latifah; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jkpi.v2i2.442

Abstract

This study aims to understand the impact of toxic family environments on individuals’ mental health, social functioning, and personality development using a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews and observations of three participants who had experienced non-harmonious family conditions, and were analyzed thematically. The findings indicate that toxic families are characterized by unhealthy communication, imbalanced parenting styles, and a lack of emotional support, which lead to anxiety, low self-esteem, difficulties in emotion regulation, and challenges in social relationships. These effects also persist in the long term, influencing individuals’ thought patterns and interpersonal relationships. However, individuals can cope with these conditions through coping strategies, self-awareness, and support from external environments; therefore, it is important to create healthier family environments to support individuals’ psychological well-being.
Dari Luka ke Penerimaan Diri: Studi Kualitatif tentang Pengaruh Body Shaming terhadap Pembentukan Harga Diri Mahasiswa Fatira Felicia Nst; Sri Nurhayati Selian
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh body shaming terhadap pembentukan harga diri mahasiswa melalui pendekatan kualitatif. Body shaming merupakan fenomena sosial yang memberikan komentar negatif terhadap kondisi fisik seseorang dan dapat menjadi stresor psikologis yang signifikan bagi remaja dan mahasiswa, terutama perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan teknik wawancara mendalam terhadap mahasiswa yang memiliki pengalaman body shaming. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman subjektif informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa body shaming berkontribusi pada penurunan harga diri mahasiswa, yang tampak dari munculnya perasaan tidak percaya diri, rasa malu terhadap kondisi fisik, serta kecenderungan membandingkan diri dengan standar tubuh ideal. Body shaming yang bersifat berulang dan berasal dari lingkungan terdekat membuat mahasiswa menginternalisasi penilaian negatif tersebut, sehingga mempengaruhi konsep diri dan evaluasi terhadap diri secara keseluruhan. Dampak emosional yang muncul meliputi perasaan minder, kecemasan sosial, dan kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa mengembangkan strategi coping untuk menghadapi pengalaman tersebut, seperti mencari dukungan sosial, membatasi paparan lingkungan negatif, dan berupaya membangun penerimaan diri. Penelitian ini menegaskan bahwa body shaming merupakan pengalaman yang berpotensi menghambat pembentukan harga diri yang sehat pada mahasiswa. Dukungan sosial dan kemampuan mengembangkan strategi coping adaptif berperan sebagai faktor pelindung yang membantu mahasiswa membangun kembali harga diri. Temuan ini memperkuat pentingnya kesadaran lingkungan kampus untuk menciptakan interaksi sosial yang lebih empatik dan menghargai keberagaman tubuh.
Burnout dan Karakteristik Kepribadian pada Mahasiswa yang Bekerja Sambil Kuliah Khairul Fatta; Sri Nurhayati Selian
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 6 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juni 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i6.2129

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of burnout and the personality characteristics of students who work while studying. Students with dual roles are vulnerable to physical, emotional, and mental exhaustion due to simultaneous academic and work demands. This study used a qualitative approach with a case study design involving three Acehnese students as a single unit of analysis. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis techniques. The results showed that the level of burnout experienced by students with dual roles was influenced by workload, time management, and social support. Furthermore, characteristics such as resilience, responsibility, and adaptability played an important role in determining the level of burnout experienced. Students with more resilient personalities tended to be able to manage stress better than those who were less able to adapt. This study is expected to provide an understanding of the importance of emphasizing management and personality development in facing the demands of dual roles among students.
Pengalaman Mahasiswa Terhadap Stres Akademik: Pendekatan Fenomenologis Rafifah Nabila; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Lentera Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/jkpi.v2i1.262

Abstract

In the academic environment, student are often faced with various academic demands that can lead to psychological pressure. Understanding students’ experiences in interpreting peer social support as a form of protection against academic stress is the main focus of this study. Academic stress is viewed as psychological pressure that arise from high academic demands, excessive, workload, and expectations from lecturers and oneself to achieve optimal performance. Peer social support plays an important role in helping students adapt and manage the pressures they experience. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design to explore students’ subjective experiences in receiving and assigning meaning to peer social support. The participants consisted of 3 active students from different study programs, selected through purposive sampling based on criteria of having experienced academic stress and maintaining active social relationships with peers. Data were collected through semi structured in depth interviews and analyzed using thematic analysis to identify patterns and meanings within participants’ experiences. The findings reveal that peer support is perceived as emotional and social protection that helps students cope with academic pressures through empathy, tangible assistance, advice, and motivation. Such support serves as a source of psychological resilience that not only reduces stress levels but also strengthens students’ sense of belonging, acceptance, and well-being within the university environment.
Pergulatan Batin dalam Mengelola Diri: Studi Kualitatif pada Individu dengan Pola Disorganized Abdul Hadi Hidayatullah; Sri Nurhayati Selian
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i5.17305

Abstract

Penelitian ini menggali secara mendalam pergulatan batin individu dengan pola disorganized attachment dalam mengelola diri, sebuah pola yang ditandai oleh kontradiksi perilaku terhadap figur lekat, seringkali berakar dari pengalaman traumatis masa lalu. Akibatnya, individu ini mengalami kesulitan dalam regulasi emosi, pembentukan hubungan interpersonal yang stabil, dan memiliki citra diri negatif. Dengan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif, penelitian ini melibatkan empat partisipan yang dipilih melalui purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi kompleksitas pengelolaan diri yang dipicu oleh perasaan bingung dan takut dalam hubungan interpersonal (ditandai ambivalensi, fear of abandonment, ketidakpercayaan, tampilan diri tidak autentik, dan kesulitan menetapkan batasan), beragam strategi mengelola emosi (adaptif dan maladaptif, serta kesulitan regulasi emosi), dan faktor pemicu konflik batin dari pengalaman masa lalu (perundungan, kekerasan, pola asuh otoriter, lingkungan sosial negatif, dan kehilangan figur emosional). Temuan ini menegaskan tantangan signifikan dalam pengelolaan diri pada individu dengan disorganized attachment dan menekankan pentingnya intervensi yang berfokus pada kesadaran diri, keterampilan relasional, dan pemrosesan trauma.