Satu di antara unsur kunci dalam mewujudkan arah pembangunan global yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ialah pendidikan. Hal ini telah diatur melalui Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 terkait dengan peran dari Sistem Pendidikan Nasional. Kemampuan sistem pendidikan di Indonesia dalam memenuhi tuntutan zaman masih mengalami tantangan besar. Maka dari itu, studi ini ditujukan guna mengkaji evaluasi kebijakan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan model pendekatan evaluasi kebijakan William N. Dunn. Hal ini, guna menentukan potensinya dalam memperbaiki kualitas pendidikan nasional. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggali sumber data atau informasi melalui studi dokumentasi dan literatur. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa meskipun pelaksanaan Kurikulum Merdeka dinilai dapat memajukan mutu pendidikan di Indonesia, tetapi masih banyak terdapat tantangan dalam pengimplementasiannya. Melalui teori yang dipaparkan oleh William N. Dunn, dalam 6 aspek yang terdiri atas efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan kebijakan, masing-masing aspek tersebut masih terdapat tantangan yang menyebabkan Kurikulum Merdeka belum sepenuhnya dilaksanakan secara optimal. Tantangan utamanya terdapat pada keterbatasan fasilitas dan kompetensi sumber daya manusia yang tersedia, sehingga diperlukan upaya mendukung untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2026