Teenagers nowadays are true digital native generation who grow and develop along with technological development. Technological development allows people to socialize digitally and social media made to fulfill the necessary. However, the presence of social media provides a new phenomenon called influencer. Influencers can influent people with their lifestyle, thoughts, interests, and hobbies for all social users, including teenagers. In fact, adolescence is the period for teenagers to search their own character and social media facilitate them to access influencer’s life that unconciously affect their self-concept. Christian Religion Education should be a control over the bad impact of influencers and to remind that they are God’s image and likeness. Researcher use descriptive qualitative method with literature study and interviewed teenagers at Gereja Baptis Indonesia Depok regarding their relationship to influencers which result is teenagers had connection with influencers in terms of social interaction and diversion. Abstrak Remaja masa kini merupakan generasi true digital native yang bertumbuh dan berkembang bersama perkembangan teknologi. kemajuan teknologi memungkinkan manusia bersosialisasi secara digital sehingga sosial media dibuat untuk memenuhi tersebut. Namun, kehadiran sosial media memberikan fenomena profesi baru bernama influencer. Influencer memberikan panutan dalam hal gaya hidup, pemikiran, minat, serta hobi kepada seluruh pengguna sosial, termasuk remaja. Sejatinya remaja dalam proses pencarian karakter diri dan sosial media memberikan fasilitas bagi remaja untuk mengakses hidup influencer yang tanpa disadari membentuk konsep diri remaja. Peran PAK dalam pembentukan karakter remaja masa kini seharusnya sebagai kontrol pengaruh influencer yang buruk dan menyadarkan remaja sebagai gambar dan rupa Allah. Tulisan ilmiah dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dimana peneliti melakukan tinjauan pustaka dan mewawancarai remaja di Gereja Baptis Indonesia Depok mengenai keterkaitan mereka terhadap influencer dimana hasil yang diperoleh adalah remaja memiliki keterkaitan dengan influencer dalam hal social interaction dan diversion.
Copyrights © 2026